Pastiramai.com - Bacaan Menarik Indonesia

Kamis, 22 Maret 2018

Yamaha Berpeluang Turunkan Enam Rider di MotoGP

Valentino Rossi © Yamaha
Pastiramai.com - Punya dua rider tim pabrikan dan dua rider tim satelit, Yamaha merupakan satu-satunya peserta MotoGP yang selaras dengan harapan Dorna Sports, yang ingin setiap pabrikan hanya menurunkan empat rider, yang terbagi dalam tim pabrikan dan satelit dalam waktu dekat. Meski begitu, Yamaha justru tak menutup peluang menambah 'pasukan'.

Saat ini, Ducati dan Honda merupakan pabrikan yang menurunkan lebih dari empat rider; Ducati menurunkan delapan, sementara Honda menurunkan enam. Dengan hengkangnya Tech 3 Racing ke KTM akhir musim nanti, Yamaha harus putar otak untuk mencari tim satelit baru untuk dijadikan partner kerjasama.

Sejauh ini, Marc VDS Racing merupakan kandidat terkuat, mengingat Valentino Rossi tak mau menurunkan tim balapnya sendiri, VR46 selama dirinya masih aktif balapan. Marc VDS menginginkan kontrak jangka panjang dari Yamaha, hingga bila VR46 turun di MotoGP pada 2021, Yamaha akan punya lebih dari empat rider.

"Dulu, kami punya delapan motor, tapi jumlah tak selaras dengan hasil, jadi kami mengubahnya. Kini kami punya empat motor, tapi kami bisa menurunkan enam. Vale belum memutuskan apa ia akan memasukkan VR46. Jika benar, ia akan melakukannya pada 2021, lalu kita lihat apakah ia akan menurunkan satu atau dua rider," ujar Jarvis kepada GPOne.

Pria asal Inggris ini juga tak memungkiri bahwa tim satelit baru Yamaha tahun depan juga harus mau menerima peluang menggaet salah satu anggota VR46 Riders Academy yang menjanjikan. Bila benar-benar bekerja sama dengan Marc VDS, maka harapan Yamaha merekrut Franco Morbidelli pun akan terwujud.

"Kami punya hubungan yang baik dengan VR46 dan ini proyek yang menarik, terutama soal merekrut talenta baru. Meski begitu, hal ini tak selalu mulus. Kami tertarik pada Franco, tapi kami tak punya tempat lagi, baik di tim pabrikan atau satelit. Di masa depan, kami ingin (VR46) Riders Academy terbuka untuk semua kebangsaan," tutup Jarvis. (gpo/kny)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar