Pastiramai.com - Bacaan Menarik Indonesia

Kamis, 15 Maret 2018

Tim pemantau akan sambangi KPK minta penjelasan perkembangan kasus Novel!

Konpers Novel Baswedan di rumahnya di Kelapa Gading. ©2018 Pastiramai.com/Arie Basuki
Pastiramai.com - Tim pemantau kasus Novel Baswedan bentukan Komnas HAM, akan menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (16/3) besok. Tim ini akan bertemu dengan pimpinan KPK untuk menelusuri kenapa kasus penyerangan ini mandek. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sekira pukul 14.00 dijadwalkan akan melakukan pertemuan.

"Saya dapat informasi besok siang sekitar pukul 14.00 Komnas HAM akan datang komisionernya bersama tim pemantau kasus Novel Baswedan akan datang bertemu dengan pimpinan KPK," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).

KPK mengapresiasi tim yang dibentuk atas aduan istri Novel, Rina Emilda ini. Lembaga antirasuah menerima dengan baik dukungan untuk pengungkapan peristiwa penyerangan air yang sudah hampir setahun tidak terungkap. Febri menuturkan pihaknya akan mendiskusikan apa yang bisa diberikan kepada tim pemantau.

"Besok kita akan bicarakan lebih lanjut apa yang bisa dilakukan ke depan," kata dia.

Tim pemantau kasus Novel Baswedan langsung tancap gas setelah diperkenalkan ke publik pekan lalu. Selasa (13/3) lalu, Novel Baswedan langsung bertemu dengan tim di Komnas HAM. Selama sekiranya 7 jam, Novel dicecar 23 pertanyaan.

Tim ini dibentuk dari unsur Komnas HAM serta unsur masyarakat dengan beranggotakan tujuh orang. Dikepalai Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga, dengan anggota; Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. Serta unsur masyarakat, yaitu; Franz Magnis Suseno, Abdul Munir Mulkhan, Alissa Wahid dan Bivitri Susanti.

Ketuam tim pemantau, Sandrayati Moniaga, mengatakan laporan masuk pada akhir Januari 2018 lalu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti lewat rapat paripurna yang dilaksanakan pada 6-7 Februari 2018. Tim ini akan berkerja selama 3 bulan terhitung dari paripurna. Nantinya temuan dari tim akan diberikan ke penegak hukum dalam bentuk rekomendasi.

"Yang diadukan adalah terhentinya proses penyelidikan. Kami melihat proses, kenapa prosesnya terhenti sekian lama? Kami tidak menyelidiki pokok perkara dan penyerangan karena itu ranah polisi," tuturnya. [ded]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar