Pastiramai.com - Bacaan Menarik Indonesia

Senin, 12 Februari 2018

Tersangkut Kasus Perselingkuhan, Lifter Indonesia Minta Maaf

Tersangkut Kasus Perselingkuhan, Lifter Indonesia Minta Maaf

Lifter Indonesia, Deni. © Media Indonesia
Pastramai.com - Lifter nasional Indonesia, Deni, mengirimkan surat permohonan maaf kepada Menpora Imam Nahrawi. Surat itu dibuat sebagai permohonan maaf atas kasus perselingkuhan yang kini menimpanya.

Seperti diketahui, masalah rumah tangga Deni mencuat setelah istrinya, Wiwi Sofianty, menceritakan bahwa suaminya telah berselingkuh dan menikah dengan wanita lain. Padahal, rumah tangga keduanya belum resmi bercerai.

Sontak hal itu langsung dibahas khalayak ramai. Pro dan kontra terhadap status Deni pun ramai diperbincangkan, apalagi dia baru saja direkomendasikan untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Rekomendasi itu diberikan atas prestasi Deni menjadi juara di SEA Games 2017 pada nomor 69 kilogram.

Dalam suratnya, Deni menjelaskan sedikit kronologis kasus tentang masalah rumah tangganya. Dia mengakui telah berbuat salah.

"Saya telah khilaf bahwa sebelum bisa menyelesaikan keluarga dengan tuntas saya telah menjalin hubungan lagi dengan pihak ketiga," isi surat Deni, yang dibacakan oleh Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Deni pun berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Dia berharap Menpora tidak mencabut statusnya sebagai atlet pelatnas angkat besi untuk Asian Games 2018.

Berikut isi surat Deni, seperti dibacakan oleh Gatot S Dewa Broto:

31 januari 2018

Kepada Bapak Menteri, Imam Nahrawi. Saya, Deni atlet angkat besi Asian Games 2018 memohon maaf yang setinggi-tingginya kepada Bapak karena kesalahan keluarga saya saat ini. Akibat dari tersebut di atas, saya telah khilaf bahwa sebelum bisa menyelesaikan keluarga dengan tuntas saya telah menjalin hubungan lagi dengan pihak ketiga.

Untuk itu saya berjanji akan menyelesaikan keluarga saya secara resmi melalui KUA, semoga masalah ini bisa terselesaikan dengan baik dan pada saat ini sedang ditanganai atau difasilitasi oleh pengadilan agama.

Kepada Bapak Menteri, saya sekali lagi mohon maaf atas permasalahan keluarga kami. Untuk itu saya mohon diperkenakan tetap di pelatnas agar dapat berlatih sekuat tenaga berjuang untuk mengibarkan bendera Merah Putih merebut medali emas Asian Games dan akan kami persembahkan kepada Ibu Pertiwi.

Mohon doa restu Bapak. Kami haturkan terima kasih atas perhatian dan bimbingan Bapak kepada kami selama ini.

(fit/asa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar