Pastiramai.com - Bacaan Menarik Indonesia

Kamis, 15 Februari 2018

Piala Presiden Bukan Sekedar Kompetisi Pramusim, Inilah Liga Champions di Indonesia

Piala Presiden Bukan Sekedar Kompetisi Pramusim, Inilah Liga Champions di Indonesia

Piala Presiden 2018 © Liga Indonesia
Pastiramai.com - Piala Presiden kembali bergulir pada tahun 2018 ini. Kehadiran kompetisi pramusim ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para pencinta sepakbola tanah air dan para pelaku sepakbola sendiri.

Euforia terhadap Piala Presiden tahun ini terbukti sangat besar. Buktinya ketika Persebaya Surabaya bertemu dengan Madura United di babak penyisihan Grup C, terdapat sekitar 50 ribu penonton yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo yang berkapasitas 55 ribu. Panitia penyelenggara pun mendapat pemasukan mencapai 2 miliar rupiah dari penjualan tiket.

Dalam prakteknya, Piala Presiden 2018 ini memang sekedar gelaran kompetisi pramusim. Inilah adalah kompetisi yang mestinya menjadi ajang tim-tim yang hendak menyiapkan skuat menyambut Liga 1 Indonesia. Namun atmosfer yang muncul ternyata sangat mengagumkan.

Pada tahun 2018 ini, Piala Presiden diikuti oleh 20 klub. 18 klub dari Liga 1 dan dua sisanya berasal dari Liga 2. Klub tersebut kemudian dibagi menjadi lima grup. Jadi, pada setiap grup terdapat empat tim.

Pembagian grup pun tidak ditentukan melalui undian, melainkan berdasarkan beberapa pertimbangan termasuk lini komersial. Lalu ketika terdapat klub yang mengundurkan diri sebelum kompetisi berlangsung, panitia penyelenggara bebas menunjuk satu klub sebagai pengganti. Misalnya, ketika Persipura Jayapura batal ikut berkompetisi tahun ini, digantikan oleh Kaltim Putra.

Itu semua menunjukkan bahwa Piala Presiden bukan kompetisi resmi yang menerapkan peraturan ketat. Namun demikian, sekali lagi, kompetisi yang sebelumnya digagas untuk mengisi kekosongan kompetisi di Indonesia yang mandek pada 2015 silam, telah menjelma menjadi kompetisi yang meriah dan penuh gengsi. Gaungnya tak kalah menggelegar daripada Liga Champions di Eropa.

Kejutan dan Pertarungan di Penyisihan Grup


Sama halnya seperti yang terjadi pada pembagian grup di Liga Champions Eropa, fase grup Piala Presiden juga melahirkan istilah ‘Grup Neraka’. Misalnya di Grup A, yang mempertemukan antara Persib Bandung, PSM Makassar, PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Semua klub yang berada di grup ini merupakan klub besar dan memiliki sejarah panjang di dalam perjalanan sepakbola Indonesia.

Adapun grup paling menakutkan di Liga Champions Eropa musim ini adalah Grup H di mana dalam grup tersebut terdapat tiga kekuatan besar di antaranya Real Madrid, Borussia Dortmund, Tottenham Hotspur. APOEL sama dengan PSMS Medan. Mereka sama-sama tidak diunggulkan untuk lolos dari penyisihan grup.

Kejutan kemudian terjadi. PSMS yang musim lalu bermain di Liga 2 ternyata sukses mengalahkan Persib Bandung dan PSM Makassar. PSMS akhirnya lolos ke babak 8 besar. Setelah itu, klub besutan Djajang Nurdjaman tersebut bertemu dengan Persebaya Surabaya di perempat final. Tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut lolos ke semifinal setelah mengalahkan Bajul Ijo lewat babak adu penalti.

Klub asal Medan tersebut kemudian bertemu Persija di babak semifinal. Langkah PSMS kemudian terhenti di sana. Tapi bagaimanapun, PSMS tetap patut mendapat apresiasi. Sejak awal, mereka bukan tim unggulan dalam kompetisi ini mengingat statusnya sebagai klub yang baru promosi dari Liga 2.

Piala Presiden sebagai Prioritas


Piala Presiden, sekali lagi, bukan kompetisi pramusim biasa. Hal ini dapat diketahui bagaimana para kontestan menyiapkan skuat dan mengambil sikap untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Persija Jakarta dan Bali United perlu mendapat pujian.

Di sela-sela kompetisi Piala Presiden tahun ini, Persija dan Bali United juga harus menjalani kompetisi Piala AFC 2018. Mudah untuk mengatakan bahwa kompetisi kelas Asia tersebut merupakan laga resmi dan tentu levelnya lebih tinggi daripada sekedar kompetisi pramusim.

Tapi faktanya, Bali United tetap memberikan prioritas pada Piala Presiden. Ketika tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut menghadapi Yangon United di babak penyisihan grup di Piala AFC, mereka tak menurunkan skuat inti. Pasalnya, saat itu, Bali United hendak menghadapi Sriwijaya di partai semifinal leg kedua.

Imbalannya pun menggembirakan, Bali United akhirnya mampu lolos ke babak final setelah mengalahkan Sriwijaya dengan skor tipis 1-0. Selanjutnya, Bali United akan bertemu dengan Persija.

Persija juga sama dengan Bali United dalam memberikan porsi pada Piala Presiden. Tim dengan julukan Macan Kemayoran tersebut juga menjadikan kompetisi pramusim ini sebagai prioritas. Buktinya ketika menghadapi Johor Darul Takzim (JDT) di babak penyisihan Grup Piala AFC, Stefano Cugurra Teco menyimpan sejumlah pemain terbaiknya termasuk Marko Simic.

Hal itu dapat dimengerti karena Simic sudah bekerja keras selama Piala Presiden di mana penyerang asal Kroasia tersebut mampu mengumpulkan sembilan gol. Jumlah tersebut membuat Simic sebagai top skor di Piala Presiden tahun ini sebelum menjalani laga final.

Dan kekuatan terbaik Persija tentu diturunkan untuk menghadapi Bali United di partai final yang berlangsung di panggung yang begitu megah, di Stadion Gelora Bung Karno.

Kompetisi Pramusim Paling Bergengsi


Sebelum Liga 1 resmi bergulir pada awal bulan Maret mendatang, memang terdapat beberapa kompetisi pramusim. Namun Piala Presiden adalah kompetisi yang paling menarik dari segi kompetisi dan hadiah yang didapatkan .

Pada tahun 2017 lalu, Arema FC yang keluar sebagai juara Piala Presiden edisi kedua mendapat hadiah uang senilai 3 miliar rupiah. Borneo FC yang masuk sebagai finalis membawa pulang hadiah 2 miliar rupiah. Kemudian Persib Bandung sebagai juara tiga mendapat bagian 1 miliar rupiah, peringkat keempat masih mendapat jatah senilai 500 juta juta.

Pada tahun 2018 ini hadiah untuk juara Piala Presiden ditingkatkan sebanyak 10 persen. Jika pada tahun sebelumnya juara pertama mendapat hadiah total senilai 3 miliar rupiah, tahun ini akan ada penambahan senilai 300 juta rupiah. Demikian juga terdapat penambahan nominal bagi runner-up, juara tiga, dan peringkat keempat. Lalu siapa yang tak tertarik mendapatkannya?

Selain mendapatkan uang, yang penting dalam ajang ini adalah segi kompetitif. Persaingan antara tim yang terjadi selama kompetisi adalah tolak ukur yang akurat untuk mengetahui kekuatan tim bagi-bagi para pelatih yang akan mengarungi Liga 1 musim depan.

Di negara-negara lain, khususnya di Eropa, kompetisi pramusim biasanya hanya ajang untuk unjuk gigi bagi para pemain yang baru kembali dari liburan, bagi para pemain baru, kesempatan bagi para pemain muda, atau strategi pemasaran sebuah klub di kawasan tertentu.

Namun di Piala Presiden ini berbeda, pelatih klub Indonesia memiliki orientasi lain. Selain meningkatkan kebugaran pemain, kompetisi pramusim juga bisa memberi pemasukan finansial untuk tim, mengingat kompetisi sepakbola di Indonesia masih sangat minim. Apalagi yang tertata relatif rapi seperti Piala Presiden.

Kesimpulannya, ajang Piala Presiden ini sesungguhnya bisa dimanfaatkan bagi para pelatih untuk mengukur kekuatan tim dan juga memberikan keuntungan ekonomi. Jadi, yang perlu dilakukan pelatih adalah menurunkan pemain terbaiknya. Tak perlu khawatir, di tengah musim resmi nanti, para pemain sudah merasa jenuh dan kelelahan. Faktanya, selama musim resmi berjalan, tak ada kompetisi lain di Indonesia.

Puncak Piala Presiden 2018


Pada akhirnya klub dengan kedalaman tim terbaik dan yang serius menghadapi Piala Presiden yang akan menginjakkan kakinya di puncak kompetisi. Dua tim tersebut Persija Jakarta dan Bali United. Mereka bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2).

Dua klub tersebut telah banyak berkorban sepanjang Piala Presiden berlangsung. Mereka menjalani kompetisi lain di luar Piala Presiden namun mereka tetap berupaya menurunkan pemain terbaiknya untuk sampai pada partai final. Sebab, Piala Presiden ini tidak bisa dipandang sebagai kompetisi pramusim yang remah-temeh belaka. 

Piala Presiden adalah tempat berlaga bagi para champions. Ini adalah panggungnya para juara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar